TDL naik, minyak tanah mahal & langkah, gas naik, bahan pokok naik, biaya pendidikan naik, inflasi naik, tapi pendapatan segitu2 aja.
Saya “sangat bangga” pemerintahan ini, dia menaikan taraf hidup masyarakat, bayangkan aja, 10.000, (sepuluh ribu) tak berharga lagi di Negara kita ini, tapi mencarinya sulit bangat, bahkan sampai memeras keringat tapi harganya tidak ada. Bandingkan di Negara lain 10.000 (sepulu ribu) tersebut begitu berharga dan gampang mendapatkannya, tidak perlu bersusah2 memeras keringat.
Ya itulah Negara kita, para pejabatnya sangat adil, mereka menyamakan taraf hidup mereka dengan masyarakat biasa, contohnya : kita menggunakan premium mereka juga, kita dapat subsidi listrik mereka juga dapat, dll. Malah kita sebagai masyarakat biasa mensubsidi mereka, dari rumah pribadi, biaya transport sampai kedalam2nya.
Wah nie adalah Negara yang penuh keterbalikan. Yang miskin mensubsidi yang kaya, memang kita harus mengangkat topi dalam kasus ini, kenapa ??? karena di Negara lain aja belum tentu hal ini bisa terjadi. Selamat ya pada pemerintahan sekarang, “lanjutkan” ….. ya itulah satu kata yang indah, tapi begitu menyakitkan hati masyarakat.
Naïf bangat pemerintah kita ini, mengatakan hutang Indonesia telah berkurang / telah dibayar. Memang pernyataan itu benar 100 % bahkan 1000 %, tapikan uang tersebut diambil dari pinjaman luar negeri juga. klo istilahnya sering kita dengar gali lubang tutup lubang. waw kasian rakyatnya ditipu dengan gaya lama. Hahaha ….
Dan ini lebih mengejutkan, ada pernyataan presiden bahwa Negara kita sedang bangkrut ….
Wkwkwkkw, ngakak aku mendengarnya macam kita mau diserbu monster aja, kasian bangat rakyat kita ini pemimpinnya ternyata tak bertanggung jawab. Hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Klo atasannya ja dah mengeluh pa lagi bawahannya. Wah … gawat …. Gawat ….
Hampir Setiap hari kita dengar rapat anggota dewan komisi A, B, C dan seterusnya, tapi apa hasilnya ??? gak adakan !!! toh Nol juga ….
Kasian bangat kita yang dipimpin ini, para awaknya gak ada yang becus (penjilat), udah dimuntahkan, dijilat kembali demi jabatan. (Caranya Kotor … dan sangat kotor …. Gak elegan)
Saya “sangat bangga” pemerintahan ini, dia menaikan taraf hidup masyarakat, bayangkan aja, 10.000, (sepuluh ribu) tak berharga lagi di Negara kita ini, tapi mencarinya sulit bangat, bahkan sampai memeras keringat tapi harganya tidak ada. Bandingkan di Negara lain 10.000 (sepulu ribu) tersebut begitu berharga dan gampang mendapatkannya, tidak perlu bersusah2 memeras keringat.
Ya itulah Negara kita, para pejabatnya sangat adil, mereka menyamakan taraf hidup mereka dengan masyarakat biasa, contohnya : kita menggunakan premium mereka juga, kita dapat subsidi listrik mereka juga dapat, dll. Malah kita sebagai masyarakat biasa mensubsidi mereka, dari rumah pribadi, biaya transport sampai kedalam2nya.
Wah nie adalah Negara yang penuh keterbalikan. Yang miskin mensubsidi yang kaya, memang kita harus mengangkat topi dalam kasus ini, kenapa ??? karena di Negara lain aja belum tentu hal ini bisa terjadi. Selamat ya pada pemerintahan sekarang, “lanjutkan” ….. ya itulah satu kata yang indah, tapi begitu menyakitkan hati masyarakat.
Naïf bangat pemerintah kita ini, mengatakan hutang Indonesia telah berkurang / telah dibayar. Memang pernyataan itu benar 100 % bahkan 1000 %, tapikan uang tersebut diambil dari pinjaman luar negeri juga. klo istilahnya sering kita dengar gali lubang tutup lubang. waw kasian rakyatnya ditipu dengan gaya lama. Hahaha ….
Dan ini lebih mengejutkan, ada pernyataan presiden bahwa Negara kita sedang bangkrut ….
Wkwkwkkw, ngakak aku mendengarnya macam kita mau diserbu monster aja, kasian bangat rakyat kita ini pemimpinnya ternyata tak bertanggung jawab. Hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Klo atasannya ja dah mengeluh pa lagi bawahannya. Wah … gawat …. Gawat ….
Hampir Setiap hari kita dengar rapat anggota dewan komisi A, B, C dan seterusnya, tapi apa hasilnya ??? gak adakan !!! toh Nol juga ….
Kasian bangat kita yang dipimpin ini, para awaknya gak ada yang becus (penjilat), udah dimuntahkan, dijilat kembali demi jabatan. (Caranya Kotor … dan sangat kotor …. Gak elegan)
